10 Penyakit Yang Sebabkan Berat Badan Turun Drastis

10 Penyakit Yang Sebabkan Berat Badan Turun Drastis,- Naik turunya berat badan merupakan hal wajar dan umum terjadi pada setiap orang. Penyebabnya pun cukup beragam, sehingga kamu tidak perlu terlalu khawatir. Karena dalam beberapa hari ke depan berat badan bisa kembali normal.

Tapi, bagaimana ya kalau penyusutan berat badan terjadi secara tiba-tiba?

Kalau masalahnya demikian, itu beda lagi. Kemungkinan besar ada yang tidar beres dengan kesehatan sobat. Di rangkum dari berbagai literatur, berikut dibawah ini merupakan 10 penyakit yang sebabkan berat badan turun drastis. Apa kamu juga mengalami salah satu masalah dibawah ini?


10 Penyakit Yang Sebabkan Berat Badan Turun Drastis


Kalau kamu sedang menjalani program diet dan ingin sekali punya tubuh kurus, mungkin penurunan berat badan ini bisa menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Namun demikian, kalau dibalik penurunan berat badan tersebut adalah penyakit maka disinilah kamu harus mulai waspada.

Langkah pertama yang harus segera diambil adalah menemui dokter dan konsultasi supaya segera diberikan penanganan yang sesuai. Lebih cepat diatasi lebih baik, daripada dibiarkan terlalu lama dikhawatirkan memperburuk kondisi.

10 Penyakit Yang Sebabkan Berat Badan Turun Drastis

KANKER

Penyakit pertama yang dapat menyebabkan penyusutan berat badan drastis pada penderitanya adalah kanker. Ini bukan penyakit asing dan hampir semua orang sudah kenal dengan kanker.

Ya, kanker bisa disebut juga sebagai salah satu momok menakutkan karena sampai detik ini belum ada obat yang terbukti ampuh sembuhkan kanker. Meskipun kemoterapi seringkali dianjurkan, namun itu hanya sebatas untuk menekan dan memperlambat laju pertumbuhan sel kanker, bukan berarti menyembuhkan secara total.

Dalam banyak kasus, ada beberapa jenis kanker yang kerap menyebabkan penurunan berat badan pada pengidapnya diantaranya prostat, payudara, ovarium, paru-paru, kanker usus dan pankreas.

Cepatnya pertumbuhan sel tidak normal dalam jaringan tubuh manusia, membuat kinerja metabolisme semakin cepat hingga pada akhirnya tubuh akan lelah dan menguras energi dari berbagai sumber yang ada. Itulah kenapa sebabnya penderita kanker lebih terlihat kurus dibandingkan ketika masih sehat.

TBC

Penurunan berat badan drastis selanjutnya juga bisa menjadi indikasi adanya penyakit TBC dalam tubuh kamu. Ini merupakan awal dari terbentuknya penyakit tuberkkulosis yang diseababkan oleh infeksi serius sehingga memangkas berat badan yang disertai dengan berkurangnya nafsu makan.

Selain dapat menimbulkan penularan, TBC juga dianggap sebagai penyakit mematikan karena kerap menelan korban setiap tahunnya. Adapun penyebab utama dari penyakit TB adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis.Dimana bakteri tersebut biasanya menyerang paru-paru, kelenjar getah bening, pencernaan, reproduksi serta sistem saraf.

HIV/ AIDS

Penyakit selanjutnya yang ditandai dengan penyusutan berat badan adalah HIV/ AIDS. Kondisi ini terjadi ketika virus yang berhasil masuk berusaha keras untuk menghancurkan sistem kekebalan tubuh sehingga kemampuannya menghadapi infeksi runtuh seketika.

Jika tidak diatasi dengan segera, penyakit HIV ini bisa berkembang penjadi AIDS. Kalau sudah pada tahap ini bukan hanya penurunan berat badan, tapi si pasien juga cenderung mengalami gejala lain seperti demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, serta bintik-bintik merah di kulit.

GANGGUAN PADA OTAK

Entah itu demensia atau alzheimer faktanya setiap penyakit yang berhubungan dengan otak selalu menyebabkan penurunan berat badan pada penderitanya. Mungkin ini terdengar sedikit nyeleneh, tapi berdasarkan penelitian mengemukakan bahwa memang antara penyakit otak dan berat badan mempunyai keterkaitan cukup erat.

Ketika otak tidak mampu mengerjakan tugasnya dengan baik, maka pada saat itulah otak membutuhkan banyak nutrisi yang sejatinya akan mengganggu mekanisme pengaturan berat badan. Apabila hal ini terjadi, maka sudah pasti penderitanya akan mengalami penyusutan berat badan yang tidak terkontrol.

ASAM LAMBUNG

Ini adalah kondisi paling umum dan banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Bahkan penyakit maag dan asam lambung diklaim sebagai penyakit sejuta umat yang memiliki penderita sangat banyak.

Penyebabnya pun beragam, namun paling inti adalah gaya hidup. Ya, benar sekali. Pola makan yang tidak sehat inilah yang mengakibatkan lambung menjadi luka sehingga lapisannya semakin terkikis.

Selain menyebabkan rasa sakit, asam lambung dan maag juga mampu menyebabkan seseorang kehilangan selera makan. Di Indonesia sendiri penderita asam lambung selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya baik dari golongan muda atau pun tua.

Kehilangan berat badan setelah olahraga mungkin normal. Namun kalau kamu menemukan gejala lain selain penyusutan berat badan, maka mulailah bicarakan dengan Dokter. Hal ini tentu lebih efektif karena dokter akan langsung melakukan diagnosis supaya terdeteksi dengan benar, apa sebenarnya penyakit yang dialami anda sehingga mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Dari sini, dokter akan memberikan perawatan lanjutan sembari menentukan langkah selanjutnya apabila penyakit telah diketahui. Jadi kalau mengalami penurunan berat badan jangan senang dulu ya, karena itu belum tentu kabar yang menyenangkan. Semoga bermanfaat, see you next article!

Posted By : Gumawo.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!