7 Kasus Obesitas Yang Paling Menyita Perhatian Publik

7 Kasus Obesitas Yang Paling Menyita Perhatian Publik,- Obesitas adalah gangguan kesehatan paling menakutkan untuk sebagian orang. Obesitas dianggap menjijikkan karena dapat merusak penampilan dan bikin si penderitanya mengalami kesulitan bergerak. Ya betapa tidak? Pada banyak kasus, obesitas bahkan dapat mengendalikan tubuh, merusak kinerja tubuh bahkan menyebabkan penderitanya mengalami komplikasi kesehatan.

Maka dari itu, penting untuk kita selalu memerhatikan berat badan. Karena memiliki berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan dapat membuat kesehatan terjaga dengan baik. Bicara mengenai bobot tubuh, di Indonesia sendiri penderita obesitas selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Bahkan pada tahun 2018 tercatat setidaknya 15% mengalami peningkatan berat badan. Penyebabnya pun beragam, namun paling banyak ditemui adalah stres. Bukan hal asing, stres memang bisa memicu banyak masalah termasuk berat badan. Orang yang stres dan tidak bisa menyelesaikan masalah biasanya akan langsung menjadikan makanan sebagai pelarian.

Makanan dianggap menjadi satu-satunya tempat untuk memperbaiki mood dan menangkan pikiran. Ya meski sedikit tidak masuk akal, namun faktanya stres dan makanan berkontribusi besar pada peningkatan berat badan seseorang. Terlepas dari beragam penyebab meningkatnya berat badan, berikut adalah 7 kasus obesitas yang paling menyita perhatian publik dan banyak diperbincangkan di media sosial.


7 Kasus Obesitas Yang Paling Menyita Perhatian Publik

7 Kasus Obesitas Yang Paling Menyita Perhatian Publik

Titi Wati, Kalimantan Tengah

Kasus obesitas pertama yang paling menyita perhatian publik dan bikin heboh adalah Titi wati. Perempuan berusia 37 tahun tersebut mengaku memiliki bobot tubuh 350 Kg. Kebiasaan suka makan secara tidak sadar sudah mengubah bentuk tubuhnya. Dirangkum dari beragam sumber, bahkan sekarang Titi tidak bisa melakukan kegiatan apapun kecuali terbaring di tempat tidur.

Salah seorang ahli kesehatan Dr. Raisa  yang menangani kasusnya bahkan menyebutkan kalau obesitas seperti ini sudah tergolong ekstrim dan butuh waktu cukup lama untuk mengembalikan bobot tubuhnya. Beliau juga menambahkan bahwa tidak ada cara lain yang bisa ditempuh kecuali jalan operasi pengecilan lambung, menjaga pola makan dan olahraga.

Arya Permana, Karawang

Masih ingat dengan si bocah obesitas asal Karawang yang satu ini? Yaps! Arya permana merupakan bocah berusia 10 tahun yang mengidap obesitas ekstrem. Bobot tubuhnya mencapai 190 kg, kegemarannya menyantap berbagai makanan menjadikan tubuhnya menjadi melar dan tidak terkontrol. Dari bobot tubuhnya tersebut, Arya harus menerima kenyataan tidak bisa bersekolah lagi karena sulit bergerak.

Kabar baiknya, Arya sekarang sudah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 109 kg. Bahkan sekarang ia bisa kembali bersekolah. Sang ayah Ade Soemantri pun menegaskan kalau ia sedikit lega karena anaknya bisa kembali berbaur bersama teman-temannya. Tentu kondisi ini jauh berbeda dari 2 tahun yang lalau, dimana Arya tidak dapat melakukan aktivitas apapun kecuali berbaring di tempat tidur.

Yudi Hermanto, Karawang

Selain Arya, sebelumnya di Karawang juga pernah ada penderita obesitas lainnya bernama Yudi Hermanto. Berat badan Yudi saat itu mencapai 310 kg. Tapi sayang meski sudah menjalani operasi, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Menurut penuturan salah seorang kerabatnya, Yudi menghembuskan nafas terakhir ketika selesai mandi dan mengeluh sesak di bagian dadanya.

Semasa hidupnya, Yudi tidak bisa beraktivitas seperti orang-orang normal pada umumnya. Yang ia lakukan hanya duduk terbaring di kasur karena sudah tidak mampu berjalan lagi. Bahkan untuk sekadar buang air pun, pria berusia 33 tahun tersebut harus menggunakan pispot.

Selvia Dwi Susanti, Lumajang

Remaja berusia 15 tahun ini memiliki bobot tubuh 179 Kg. Di usianya yang masih sangat muda, seharusnya Selvia memiliki berat badan 50 Kg sesuai dengan tingginya yang mencapai 145 cm. Kini Selvia mendapatkan perhatian dari Dokter Puskesmas Bluluk supaya bisa menurunkan berat badannya. Sebenarnya banyak yang menyarankan Selvia untuk melakukan sedot lemak.

Tapi sayang, menurut Dokter Handy Wing SpB, FBMS, FICS, dokter spesialis bedah umum di OMNI Hospital Alam Sutera, Tangerang yang sempat menangani kasus Arya Permana mengatakan bahwa sedot lemak tidak akan banyak membantu pada pasien obesitas ekstrem.  Itu sebabnya hingga saat ini Selvia masih terus berjuang supaya berat badannya bisa turun seperti orang normal kebanyakan.

Itulah 7 kasus obesitas yang paling menyita perhatian publik dan bahkan sempat viral di media sosial. Buat kalian yang doyan makan, sebaiknya mulai sekarang perhatikan berat badan dengan teliti. Jangan sampai nafsu makan kamu menjadi tidak terkontrol, kalau sudah obesitas pasti akan sangat sulit untuk mengembalikannya. Lebih tepatnya, butuh usaha keras supaya berat badan kembali normal.

Posted By : Gumawo.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!