Dampak Buruk Terlalu Sering Gonta Ganti Warna Rambut

Dampak Buruk Terlalu Sering Gonta Ganti Warna Rambut,- Rambut adalah mahkota paling berharga yang harus diperhatikan kesehatannya. Untuk mendapatkan rambut yang indah, lebat dan mudah diatur kamu perlu melakukan perawatan secara rutin. Ya entah itu dirawat sendiri atau jasa salon, namun yang pasti kesehatan rambut tidak boleh diabaikan.

Kenapa? Karena selain dapat mengganggu penampilan,  rambut yang rusak juga cenderung merepotkan. Bicara mengenai keindahan rambut, dewasa ini banyak sekali orang-orang yang tertarik untuk mewarnai rambutnya. Katanya belum gaul kalau gak diwarnai. Padahal kalau ditinjau lebih dalam ternyata mewarnai rambut itu punya banyak risiko.

Apalagi kalau kamu sudah pernah melakukannya hingga berkali-kali, alias sering gonta-ganti warna rambut. Ada sejumlah bahaya yang mungkin mengintai kesehatan rambut bahkan mengancam kesehatan kulit kepala juga. Bukan kutuan, tapi lebih ke iritasi dan peradangan di kulit kepala.

Kalau dibayangkan mungkin cukup ngeri ya, karena pastinya kalau sudah parah akan menimbulkan bekas luka sebagai reaksi alergi.  Lalu seberapa parah sih dampak buruk terlalu sering gonta ganti warna rambut ini? Biar kamu gak penasaran sendirian, lebih baik ayo baca bersama-sama ulasannya berikut ini.


Dampak Buruk Terlalu Sering Gonta Ganti Warna Rambut


Dampak Buruk Terlalu Sering Gonta Ganti Warna Rambut

Menyebabkan alergi

Kita tidak bisa mengelak, karena reaksi alergi pasti terjadi pada kulit kepala jikalau terlalu sering mengganti warna rambut. Penyebabnya pun sudah jelas, yakni berbagai pewarna yang terbuat dari bahan-bahan kimia. Ya seperti yang sudah sering aku bilang kalau kita semua punya responsif dan jenis kulit yang berbeda-beda.

Maka tidak heran kalau kulitmu tidak mampu menerima bahan yang digunakan pada pewarna rambut tersebut. Kalau sudah seperti ini, bukan tidak mungkin apabila terjadi reaksi alergi. Sebagai antisipasti, alangkah lebih baik kalau kamu mengetesnya dari awal sebelum diterapkan pada rambut.

Kalau terasa panas dan gatal, sebaiknya jangan dipakai. Ini artinya, ada kandungan yang memang kurang sinkron dengan jenis kulit yang kamu miliki. kalau dipaksakan, bukan cuma alergi tapi juga dapat menyebabkan sensasi panas terbakar sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Membahayakan kesehatan mata

Tak cuma kulit kepala, ternyat pewarna rambut juga bisa membahayakan kesehatan organ lainnya. Salah satu paling penting adalah mata. Pada beberapa kasus yang sempat terjadi, pewarnaan rambut yang terlalu sering juga dapat menimbulkan iritasi dan kemerahan di area mata.

Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang diserap kepala yang turun langsung menuju panca indera kita. Bahkan kalau kondisi sudah parah, biasanya cenderung menimbulkan luka, gatal-gatal di sekitar mata dan sensasi panas terbakar ketika digaruk. Nah lho, kalau sudah begini jadi serba salah sendiri kan?

Mengalami gangguan hormonal

Beberapa pewarna rambut mempunyai kandungan alkylphenol etoksilat (APE) yang ditemukan di spermisida dan pestisida. Perlu diketahui bahwa kandungan tersebut sudah terbukti dapat menimbulkan gangguan pada hormon dan kinerja tubuh.

Artinya, siapa pun yang memutuskan untuk mewarnai rambut atau gonta ganti warna rambut, dapat berpotensi mengalami ketidak seimbangan hormon baik pada pria maupun wanita.

Terinfeksi penyakit Limpoma

Bukan lipoma ya, melainkan limpoma. Dua jenis penyakit ini berbeda. Jika anda terlalu sering mengecat rambut dan mengganti warna rambut, maka hal ini akan berpengaruh pada kesehatan.

Meski dampaknya tidak langsung terjadi, namun menurut sebuah studi dari Universitas Yale menemukan bahwa seseorang yang sering menggunakan pewarnaan rambut berisiko besar mengalami penyakit limpoma non-hodkin ( penyakit kanker yang menyerang sistem limfatik dimana ini adalah bagian dari sistem imunitas seseorang).

Dampak buruk terlalu sering gonta ganti warna rambut lainnya juga tak kalah membahayakan. Bahkan berdasarkan sebuah study dikatakan pula bahwa setiap pewarna rambut atau zat kimia yang terkandung didalamnya yang dioleskan langsung pada kulit (kulit kepala khususnya) berpontensi menyebabkan kelainan pada janin.

Hal ini terjadi karena setiap zat kimia yang diserap kulit tersebut akan dengan mudahnya masuk dan menyatu ke aliran darah. Dari situlah, janin akan berisiko mengalami berbagai bahaya. Dari banyaknya dampak buruk yang kita lihat, mungkin mulai sekarang sudah saatnya kamu memikirkan secara matang mengenai warna rambut.

Rata-rata orang menggunakan pewarna rambut hanya sekadar untuk senang-senang dan mengikuti zaman saja biar gak dianggap katro dan kekinian. Pastinya merubah penampilan juga agar terlihat lebih berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Padahal kalau diteliti lebih detail kebiasaan ini justru akan berimbas buruk bagi kesehatan.

Posted By : Gumawo.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!